Minggu 05 Desember 2021 - 3:44:30 pm

Etisalat dan G42 Berkolaborasi untuk Mendirikan Penyedia Pusat Data Terbesar di UEA


ABU DHABI, 20 Oktober (WAM) - "Grup Etisalat" dan Grup "G42" hari ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian yang mengikat, atas dasar itu total 12 pusat data dari kedua grup akan digabungkan menjadi usaha bersama baru di bawah payung "Pusat Data Khazna", guna menciptakan pusat data penyedia terbesar di UEA.

Berdasarkan perjanjian ini, Grup Etisalat akan memiliki 40% dari Khazna Data Center, dan 60% dari G42. Perjanjian tersebut memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk meningkatkan nilai aset infrastruktur mereka, meningkatkan kinerja operasi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara maksimal tanpa mempengaruhi hubungan saat ini dengan pelanggan dan posisi komersial terdepan dari kedua perusahaan. Khazna Data Center akan terus mengembangkan bisnis yang sudah ada dan menjajaki peluang bisnis baru, baik di dalam UEA maupun di luar negeri.

Ir. Hatem Dowidar, CEO Etisalat Group, mengatakan, "Melalui perjanjian ini, Etisalat dan G42 akan memulai tahap kerja sama baru dan penting yang akan memberikan peluang untuk menggunakan investasi dan pengalaman bersama dalam meluncurkan layanan infrastruktur digital generasi berikutnya. Etisalat akan melanjutkan komitmennya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sejalan dengan strategi dan visinya 'Menggerakkan Masa Depan Digital untuk Memberdayakan Komunitas'. Dengan pemikiran ini, Grup Etisalat telah meletakkan dasar untuk meningkatkan posisi terdepannya di bidang infrastruktur digital layanan, dan melalui kemitraan kami dengan G42, kami akan memindahkan ambisi digital kami ke arah yang lebih maju.

Sementara itu, Ping Shiwa, CEO G42 Group, mengatakan, "Kami senang dengan kemitraan Etisalat ini, operator telekomunikasi terkemuka di kawasan dan dunia, untuk meningkatkan posisi UEA di bidang pusat data dan membantu mencapai ambisi dan aspirasi ekonominya saat ini dan di masa depan. Permintaan akan penyimpanan data dan layanan infrastruktur cloud yang inovatif di UEA dan dunia, kemitraan baru antara Etisalat dan pusat data kami "Khazna", akan membantu UEA mempercepat perjalanannya dalam transformasi digital , memungkinkan lembaga publik dan swasta memasuki fase baru yang ditandai dengan kecerdasan dan fleksibilitas, dan melalui perjanjian terbaik ini, kami berharap dapat bekerja sama dengan Grup Etisalat untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya."

Hassan Al-Naqbi, CEO Khazna Data Center, mengatakan, "Tingkat data yang diproduksi, disimpan, dan dianalisis meningkat secara dramatis di kawasan Timur Tengah, yang menyebabkan peningkatan permintaan untuk layanan pusat data grosir. Pertumbuhan ini membutuhkan lebih banyak fokus pada peningkatan area kerjasama dan penggunaan data bersama untuk meningkatkan tingkat kinerja bisnis. Dari sini, Khazna Data Center, yang akan memiliki kapasitas beban informasi 300 megawatt, akan dimungkinkan dan menjadi pendukung utama pertumbuhan dan perkembangan bisnis, dengan kemampuan yang tinggi untuk mengelola tingkat komunikasi yang diperlukan untuk secara efektif memberikan layanan kepada mitra dan pelanggan serta pengguna, dan mendukung penciptaan sistem digital perintis dan inovatif.

Sementara itu, Salvador Anglada, Chief Business Officer di Etisalat Group, mengatakan, "Kami di Etisalat Group dengan senang hati mengumumkan kemitraan ini dengan penyedia layanan yang inovatif dan perintis seperti G42. Melalui perjanjian ini, kami akan dapat menawarkan set layanan infrastruktur kepada pelanggan. Perjanjian ini juga akan meningkatkan posisi UEA sebagai tujuan pilihan bagi perusahaan teknologi terbesar di dunia, selain kontribusi perjanjian ini untuk pengembangan sistem digital di UEA, dan akan membantu mencapai ambisinya di bidang ini."

Perjanjian tersebut tunduk pada prosedur biasa, termasuk penyelesaian proses dokumentasi, persetujuan peraturan dan beberapa prosedur administratif.

Penerjemah: Didek Yustika http://wam.ae/ar/details/1395302983003

WAM/Indonesian