Sabtu 28 Mei 2022 - 10:44:15 am

Pengarahan "Covid-19": Kembalinya Sistem Pembelajaran Tatap Muka di UEA dalam Dua Kelompok

  • الإحاطة الإعلامية لـ"كوفيد - 19": عودة الدراسة في الإمارات إلى نظام التعليم الحضوري في مجموعتين
  • الإحاطة الإعلامية لـ"كوفيد - 19": عودة الدراسة في الإمارات إلى نظام التعليم الحضوري في مجموعتين
  • الإحاطة الإعلامية لـ"كوفيد - 19": عودة الدراسة في الإمارات إلى نظام التعليم الحضوري في مجموعتين
  • الإحاطة الإعلامية لـ"كوفيد - 19": عودة الدراسة في الإمارات إلى نظام التعليم الحضوري في مجموعتين
Video Gambar

ABU DHABI, 19 Januari (WAM) - Yang Mulia Hazza Al-Mansouri, juru bicara resmi untuk sektor pendidikan di UEA mengumumkan saat pengarahan pemerintah UEA tentang perkembangan virus Corona, kembalinya studi di UEA ke sistem pendidikan kehadiran dalam dua kelompok, dengan kelompok pertama dimulai pada tanggal dua puluh empat Januari ini, dan kelompok kedua pada tanggal 31 bulan yang sama.

Sementara Dr. Farida Al-Hosani, juru bicara resmi untuk sektor kesehatan di negara itu, menekankan pentingnya mematuhi semua tindakan pencegahan dan perlindungan, mencatat bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan anggota masyarakat adalah prioritas utama pemerintah.

Secara rinci, Al-Hosani mengatakan pada media briefing bahwa UEA, sejak awal pandemi, telah menghadirkan model terbaik dalam pendekatan yang fleksibel dan bijaksana untuk mengelola krisis kesehatan global yang sebabkan oleh virus Covid-19.

Ia menyatakan bahwa kesiapan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi antara seluruh instansi nasional dan sektor terkait dari berbagai spesialisasi, yang bekerja dalam semangat tim di bawah arahan kepemimpinan yang bijaksana dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat hingga mencapai tahap pemulihan.

Dia menekankan bahwa upaya nasional di semua sektor pemerintah, lokal dan swasta terus menyediakan lingkungan yang sehat dan protektif bagi anggota masyarakat, di mana pihak berwenang bekerja melalui tim khusus dan kader manusia yang berkualitas untuk memastikan stabilitas kesehatan bagi semua segmen masyarakat, meliputi warga negara, penduduk dan pengunjung negara.

Dia menambahkan bahwa upaya nasional di semua rumah sakit yang khusus menangani kasus Covid-19 terus menyediakan lingkungan yang sehat dan protektif bagi anggota masyarakat, mencatat bahwa otoritas kesehatan dan rumah sakit berada pada tingkat kesiapan tertinggi dari kader manusia yang berkualitas, tim kerja khusus dan rumah sakit pelayanan kesehatan tingkat lanjut untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat, warga negara, penduduk dan pengunjung tanah air.

Ditegaskannya, bidang kesehatan terus berupaya mencapai imunitas masyarakat dengan memberikan vaksin kepada kelompok yang berhak menerima vaksinasi, di mana persentase penerima dosis pertama dari total populasi mencapai 100 persen, sedangkan persentase penerima dua dosis vaksin 93,19 persen dari total sensus penduduk yang disetujui.

Dia menambahkan, "UEA sejak awal berinisiatif untuk memberikan vaksinasi yang disetujui secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di negara itu untuk memastikan bahwa vaksin diberikan kepada segmen masyarakat terbesar untuk mencapai kekebalan dan meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan individu."

Dan dia melanjutkan, "Penelitian telah membuktikan bahwa dosis suportif secara signifikan membantu mengurangi risiko penyakit, komplikasinya, dan kematian."

Dia mengatakan bahwa kami merekomendasikan semua anggota masyarakat berusia 18 tahun ke atas untuk menerima dosis suportif untuk melindungi mereka, terutama lansia dan orang-orang dengan penyakit kronis, yang merupakan kelompok yang paling terkena komplikasi penyakit.

Dia menekankan bahwa krisis ini membuktikan bahwa mematuhi tindakan pencegahan memiliki peran terbesar dalam melindungi semua orang, selain mengambil vaksinasi, yang berkontribusi untuk memastikan kesehatan dan pemulihan masyarakat.

Dia mencatat pentingnya mengadopsi kebiasaan dan praktik yang menjamin kesehatan dan keselamatan semua orang, seperti kewajiban memakai masker, tetap menjaga jarak aman saat berpartisipasi dalam acara sosial, memastikan pemeriksaan berkala dilakukan dan menjaga sterilisasi terus menerus.

Ia menambahkan, "Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan memeriksakan diri ketika gejala penyakit muncul, terutama gejala penyakit pernapasan yang sangat mirip dengan gejala flu musiman, karena tidak mungkin membedakan infeksi Covid dengan penyakit pernapasan lainnya melalui gejalanya, dan kami menekankan bahwa tes PCR diperlukan dalam kasus seperti itu."

Dan dia mencontohkan, melakukan pemeriksaan berkala penting sebagai tindakan pencegahan dan jaminan kesehatan karena keakuratan tes swab PCR dalam menghitung terinfeksi, melacak kasus kontak dan membatasi penyebaran infeksi di antara anggota masyarakat.

Dia menekankan bahwa mengambil vaksin tidak menghilangkan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan kehati-hatian, seperti memakai masker, membersihkan tangan, menjaga jarak fisik, dan mengikuti protokol lain yang disetujui.

dr. Farida Al-Hosani, juru bicara resmi sektor kesehatan di negara itu, mengatakan bahwa tanggung jawab ada pada semua orang, khususnya ketika berbicara tentang menjaga keberhasilan dan pencapaian negara serta apa yang telah dicapai selama dua tahun terakhir.

Dia menambahkan, "Kami menekankan pentingnya mematuhi semua tindakan pencegahan, seiring pembukaan bertahap, karena menjaga keselamatan dan kesehatan Anda adalah prioritas utama bagi kepemimpinan kita."

Sementara itu, Hazza Al-Mansouri mengulas, dalam media briefing, update data terkini terkait prosedur dan arahan Kementerian Pendidikan sesuai dengan perkembangan terkait langkah pencegahan Covid-19.

Dikatakannya, sektor pendidikan di tanah air siap dan proaktif untuk cepat menghadapi situasi darurat guna menjamin kelangsungan proses pendidikan secara optimal, melalui tindak lanjut yang berkesinambungan terhadap data krisis dan perkembangannya untuk mendukung secara maksimal keputusan yang tepat.

Dia menekankan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk meninjau situasi pandemi dan perkembangannya, terutama selama periode saat ini, untuk memfasilitasi proses kembalinya belajar yang aman dan untuk memastikan kesehatan masyarakat, kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan staf administrasi di fasilitas pendidikan. Telah diputuskan untuk mengembalikan studi di UEA ke sistem kehadiran dalam dua kelompok, dengan kelompok pertama dimulai pada 24 Januari.

Dia menambahkan, "Keputusan kelompok pertama mencakup siswa taman kanak-kanak, murid jenjang pertama, siswa kelas dua belas atau tiga belas - untuk sistem Inggris, dan siswa yang akan mengikuti ujian internasional dan utama. Kelompok pertama juga mencakup siswa dari institusi pendidikan tinggi, dan sistem lalu lintas hijau akan diterapkan pada mereka."

Dikatakannya, untuk kelompok kedua, yang berkaitan dengan jenjang studi lainnya, siswa akan kembali mengikuti pendidikan tatap muka, mulai 31 Januari mendatang.

Ia menegaskan, kementerian telah menyetujui serangkaian pengendalian dan prosedur kehati-hatian untuk menjalankan proses pendidikan di periode mendatang, mewajibkan semua siswa di berbagai tahap untuk mendapatkan hasil pemeriksaan negatif (PCR) tidak lebih dari 96 jam pada awal masuk ke fasilitas pendidikan, setelah itu pemeriksaan PCR diperlukan setiap dua minggu.

Ia mencontohkan, sistem lalu lintas hijau akan diterapkan bagi orang tua melalui aplikasi Al-Hosn untuk memasuki fasilitas pendidikan, dengan hasil tes PCR negatif, berlaku selama 96 jam.

Dia menyatakan bahwa perjalanan sekolah eksternal akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan kelanjutan kegiatan olahraga dan budaya di sekolah sesuai dengan tindakan pencegahan yang disetujui, mencatat bahwa pilihan pendidikan jarak jauh tersedia jika orang tua ingin terus mengajar anak-anak mereka dari jarak jauh, sampai update terbaru terhadap perkembangan situasi pandemi di negara tersebut.

Ia menekankan, pihak sekolah akan berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa dan memberikan semua pembaruan tentang sistem studi dan situasi kesehatan. Kami juga menyarankan orang tua dan siswa untuk mulai melakukan tes laboratorium PCR untuk menghindari kepadatan di tempat pemeriksaan atau keterlambatan hasil dan dalam rangka untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dia menunjukkan bahwa standar ini dapat diperbarui dan diubah berdasarkan persyaratan dan studi terbaru dari otoritas kesehatan.

Dikatakannya, dalam semua fase krisis, para pengelola sarana pendidikan dan kadernya menunjukkan profesionalismenya dalam menghadapi variabel situasi dan perkembangan krisis secara fleksibel, dan kami berterima kasih dan salut atas kegigihan mereka untuk menerapkan arahan negara untuk memastikan kesehatan masyarakat dan kontribusinya terhadap kelancaran proses pendidikan.

Dia menekankan tanggung jawab sosial dan peran penting yang dimainkan oleh anggota masyarakat untuk menjaga pencapaian negara selama krisis, serta bergerak maju untuk pemulihan yang berkelanjutan.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303012941

WAM/Indonesian