Minggu 29 Mei 2022 - 12:13:45 pm

KTT Energi Masa Depan Dunia 2022 Akan Menyaksikan Penandatanganan MoU Sektor Energi dan Keberlanjutan Masa Depan


ABU DHABI, 19 Januari (WAM) – Pada hari terakhir konferensi di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi, KTT Energi Masa Depan Dunia 2022 meminta pemerintah, ilmuwan, dan investor iklim untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular dan meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan dalam proses produksi dan konsumsi.

KTT Energi Masa Depan Dunia 2022 menyelenggarakan lebih dari 200 sesi dan pembicara serta tamu membahas topik penting terkait dengan teknologi dan inovasi yang akan mengubah sektor ini.

KTT ini juga menjadi tuan rumah konferensi tentang pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, selain menampilkan ratusan inovasi dan teknologi modern di pameran yang diadakan selama KTT.

Jassim Hussein Thabet, Group CEO dan General Manager TAQA Group, mengatakan: "Grup TAQA mencapai sukses besar selama KTT Energi Masa Depan Dunia, yang diselenggarakan selama Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi."

Ia menekankan bahwa KTT tersebut merupakan acara penting yang mempertemukan para pemain terpenting dari sektor energi untuk membicarakan proses transformasi yang terjadi di sektor tersebut. Ia menjelaskan bahwa konferensi jenis ini sangat penting untuk mendukung aspirasi Uni Emirat Arab untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, meningkatkan kerjasama global dan menyediakan platform untuk berbagi ide dan kerjasama untuk masa depan yang sejahtera.

Ekonomi sirkular bertujuan untuk mengubah praktik lingkungan dan keuangan dan menerapkan praktik berkelanjutan dalam proses produksi dan konsumsi, sementara pada saat yang sama, berinvestasi dalam sumber daya alam.

Di bawah ekonomi ini, sumber daya digunakan kembali, bahan biologis diregenerasi, bahan teknis diperbaharui, digunakan kembali, diregenerasi, dan didaur ulang.

Transisi ke ekonomi sirkular dapat memberikan banyak manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial termasuk meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan melalui biaya produk dan layanan yang lebih rendah. Pendapatan yang dapat dibelanjakan dari rata-rata keluarga Eropa dapat meningkat sebesar 18% pada tahun 2030 dan 44% pada tahun 2050 dalam ekonomi sirkular.

Manfaat yang diharapkan juga meliputi berkurangnya permintaan bahan yang tidak lagi digunakan atau didaur ulang, berkurangnya emisi karbon dioksida, dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas hidup, pengurangan polusi, dan lebih banyak makanan yang bermanfaat bagi tubuh.

UEA tidak hanya menetapkan kebijakan ekonomi sirkular, tetapi juga telah mengumumkan komitmennya untuk memperoleh 50 persen listriknya dari sumber energi terbarukan dan nuklir pada tahun 2050.

Pendekatan ini akan mengurangi emisi karbon hingga 70 persen dan meningkatkan efisiensi energi hingga 40 persen, berpotensi menghemat 700 miliar dolar pada tahun 2050. UEA mungkin menjadi negara pertama di Timur Tengah yang menjadi tuan rumah pembicaraan KTT iklim COP28 pada 2023.

Pameran, yang diadakan selama KTT Energi Masa Depan Dunia 2022, menyaksikan presentasi inovasi dan inisiatif terbaru dari NEOM, Departemen Energi Abu Dhabi, ADNOC, Badan Energi Nuklir UEA, TAQA, dan Perusahaan Air dan Listrik UEA.

Pada hari terakhir KTT Energi Masa Depan Dunia 2022, Forum Tenaga Surya dan Energi Bersih menyelenggarakan sesi diskusi dan presentasi terkemuka tentang "Pengembangan Teknik Penyimpanan untuk Proyek Terbarukan", "Kebangkitan Energi Hibrida", "Fleksibilitas dalam Perencanaan Sistem Energi Ketika Menghasilkan Energi Terbarukan Variabel" dan "Memajukan Ekonomi Sirkular dalam Industri Energi Surya."

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Program Lingkungan PBB, hampir 300 juta ton polusi plastik diproduksi dan dibuang setiap tahun secara global, yang merupakan berat seluruh populasi dunia. Hanya 9 persen dari semua plastik yang telah didaur ulang dan diproduksi sejauh ini, sedangkan sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah atau sebagai pencemar lingkungan.

PBB memperkirakan bahwa jika tren saat ini berlanjut, lautan kemungkinan akan dipenuhi sampah plastik daripada ikan pada tahun 2050, menunjukan urgensi mengandalkan sumber energi terbarukan.

Dr. Shehab Al Ameri, Direktur Aset Air di TRANSCO, mengatakan dalam pidatonya, yang mencakup studi kasus tentang kembar digital: "Strategi pemisahan energi air akan berkontribusi untuk mencapai peningkatan efisiensi serta mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi dalam pengelolaan air. Perusahaan TRANSCO memainkan peran penting dalam menyediakan berbagai sumber energi terbarukan dengan memungkinkan transmisi energi bersih di seluruh jaringan kami."

Frederic Claux, Managing Director Thermal Energy and Supply Division di ENGIE Asia Timur Tengah dan Afrika, mengatakan: "KTT Energi Masa Depan Dunia 2022 di Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi adalah puncak tahun ini, pertemuan dengan para pemimpin global dari pemerintah, perusahaan, dan pemimpin teknologi, hal sangat penting jika kami ingin mencapai komitmen kami untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2045. Melalui partisipasi kami di KTT, kami dapat menandatangani kesepakatan penting di bidang hidrogen hijau, yang mencerminkan dukungan kami untuk ambisi iklim di kawasan, dan kami berharap dapat berpartisipasi dalam acara ini tahun depan."

Selama KTT Energi Masa Depan Dunia 2022, inovasi yang bertujuan membangun masa depan yang berkelanjutan dipresentasikan, sementara KTT tersebut menjadi tuan rumah tujuh paviliun negara, termasuk Jepang, Jerman, Cina, Italia, Korea, Prancis, dan Swiss.

Selain itu, 18 inovasi baru untuk pembangunan berkelanjutan dipamerkan sebagai bagian dari inisiatif "Inovasi", sebuah inisiatif global dari Kota Masdar untuk bertukar pengetahuan.

KTT tersebut menyajikan program yang penuh dengan peluang komersial dan peluang untuk pertukaran pengetahuan secara langsung, yang diselenggarakan oleh "Masdar" sebagai bagian dari Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi, dan dalam kemitraan dengan Departemen Energi, Energi dan Air NEOM, dan TAQA Abu Dhabi.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303012981

WAM/Indonesian