Minggu 04 Desember 2022 - 2:22:26 am

Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Menyoroti Pentingnya Teknologi dan Inovasi Pertanian dalam Meningkatkan Taraf Hidup Petani

  • وزيرة التغير المناخي والبيئة تسلط الضوء على أهمية التكنولوجيا الزراعية والابتكار في تحسين حياة المزارعين
  • وزيرة التغير المناخي والبيئة تسلط الضوء على أهمية التكنولوجيا الزراعية والابتكار في تحسين حياة المزارعين

BALI, 29 September (WAM) - Yang Mulia Mariam bint Mohammed Almheiri, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan, menyoroti pentingnya menggunakan teknologi modern dan solusi inovatif dalam meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian, meninjau pengalaman UEA di bidang ini, selama partisipasi dalam pertemuan para Menteri Pertanian di Bali sebagai bagian dari KTT G20 yang diselenggarakan oleh Republik Indonesia.

Dalam sesi berjudul "Inisiatif Pertanian Inovatif melalui Pertanian Digital untuk Meningkatkan Mata Pencaharian Petani di Daerah Pedesaan", Yang Mulia membahas upaya UEA untuk memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian dan menggunakannya untuk mendukung petani kecil dan pengusaha di sektor pertanian, untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan...menekankan metode pertanian modern yang inovatif merupakan landasan untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.

Yang Mulia mengatakan: "UEA menyadari pada tahap awal pentingnya memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian, karena sifat lingkungan yang tidak memberikan kondisi yang menguntungkan untuk pertanian, seperti kelangkaan air dan lahan pertanian yang terbatas, jadi kami mendapat manfaat dari teknologi terbaru dan merangsang kewirausahaan di sektor pangan dan pertanian, dengan tujuan mengatasi tantangan ini.. dan perjalanan kami unik dan luar biasa, dimulai dengan sistem irigasi sederhana, dan rumah jaring berdasarkan teknik sederhana untuk mengamankan tanaman semusim, hingga mengadopsi sistem lingkungan terkendali berteknologi tinggi, yang memungkinkan kami menumbuhkan berbagai produk sepanjang tahun."

Yang Mulia juga menyoroti proyek-proyek pertanian yang dilaksanakan oleh UEA di negara-negara berkembang, yang bertujuan untuk mendukung sumber daya yang terbatas dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan di masyarakat pedesaan, terutama perempuan dan pemuda. Proyek-proyek ini bekerja untuk mencapai pendapatan berkelanjutan bagi kelompok-kelompok ini, di samping ketahanan pangan dan gizi mereka.

Yang Mulia menambahkan: "Kami selalu ingin berbagi pengalaman kami dengan negara lain dan membantu dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Kami menantikan hasil KTT G20, yang akan berkontribusi besar untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian."

Yang Mulia juga berpartisipasi dalam dua sesi yang ditujukan untuk membahas penciptaan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan, dan mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, transparan, dan tidak diskriminatif untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan untuk semua.

Selain itu, Indonesia mengundang UEA bersama Spanyol, Belanda dan Singapura untuk mengikuti KTT G20 yang akan diselenggarakan pada November 2022 di Bali.

Penerjemah: Didek Yustika https://wam.ae/ar/details/1395303088211

WAM/Indonesian