DUBAI, 10 Desember 2023 (WAM) -- Dubai Airport Freezone (DAFZ), bagian dari Otoritas Zona Ekonomi Terpadu Dubai (DIEZ), menerbitkan whitepaper komprehensif yang menyoroti pendekatan lingkungan, sosial, dan tata kelola, yang telah memperkuat pendekatannya terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola. posisinya sebagai pemain utama dalam mendukung strategi nasional terkait keberlanjutan. Hal ini juga menunjukkan kemajuan signifikan UEA di bidang ini berdasarkan statistik terperinci dan studi komprehensif.
Berjudul “Emerald Sands of the UAE,” whitepaper yang mendalam ini menggali perjalanan UEA menuju pencapaian ekonomi hijau dan peran penting DAFZ dalam memajukan keberlanjutan melalui inisiatif, praktik, operasi, dan infrastrukturnya. Hal ini telah meningkatkan posisi zona bebas sebagai tujuan menarik bagi bisnis, investasi, dan talenta, serta pusat pendukung praktik lingkungan terbaik yang bertanggung jawab, semuanya selaras dengan strategi nasional yang bercita-cita membangun masa depan yang berkelanjutan.
Amna Lootah, Direktur Jenderal Dubai Airport Freezone (DAFZ), menekankan bahwa langkah UEA menuju ekonomi hijau terlihat melalui pendekatan keberlanjutannya, yang melampaui batas-batas geografisnya. Beliau menyoroti investasi besar dalam proyek energi bersih dan terbarukan, kontribusi efektif terhadap inisiatif energi hijau, dan menjadi tuan rumah COP28, yang merupakan contoh dedikasi UEA untuk mencapai netralitas karbon global dan aksi iklim.
Ia menambahkan, “Buku putih ini mencerminkan dedikasi kami terhadap keberlanjutan, selaras dengan visi UEA. Kemajuan luar biasa dalam Indeks Masa Depan Hijau, yang naik ke peringkat 36 pada tahun 2023, menggarisbawahi komitmen negara ini untuk mencapai target nol bersih (net zero) pada tahun 2050. DAFZ, sebagai zona bebas, telah mengurangi jejak karbonnya secara signifikan sebesar 48 persen, menunjukkan kontribusi aktif kami terhadap tujuan nasional."
DAFZ meluncurkan inisiatif khusus yang didedikasikan untuk memajukan ekosistem keberlanjutan di UEA. Inisiatif ini melibatkan studi penelitian komprehensif yang berfokus pada identifikasi sektor-sektor yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tujuan utamanya adalah untuk menarik perusahaan untuk beroperasi di sektor-sektor ini, sehingga mendorong kontribusi besar terhadap perekonomian UEA dalam dimensi lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Inisiatif ini selaras dengan komitmen DAFZ terhadap keberlanjutan dan dedikasi DIEZ untuk menjadikan dirinya sebagai model global yang menganut budaya keberlanjutan dan mematuhi praktik lingkungan terbaik yang bertanggung jawab.
Studi penelitian ini mengevaluasi 11 sektor utama, 36 sub-sektor, dan perkiraan tingkat pertumbuhannya selama 5 tahun ke depan. Hal ini mencakup bahan bakar penerbangan berkelanjutan dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 60 persen, termostat yang dapat diprogram (28 persen), mobilitas listrik (27 persen), transfer daya nirkabel (24 persen), konstruksi rendah karbon, komputasi awan, dan manajemen armada (masing-masing 20 persen). .
Whitepaper tersebut mengungkapkan bahwa sektor non-minyak memberikan kontribusi yang signifikan hingga mencapai 70 persen terhadap PDB pada tahun 2023. Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan kepemimpinan visioner yang mengadvokasi peralihan global menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Investasi nasional yang besar dalam proyek energi bersih dan terbarukan, yang mencakup 70 negara di enam benua, telah memainkan peran penting dalam pencapaian ini.
Dibandingkan dengan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya serta kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, UEA menonjol karena kemajuannya dalam perjalanan energi terbarukan. Negara ini secara strategis telah menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai, selaras dengan berbagai standar global. UEA menempati posisi teratas di antara negara-negara GCC, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan dalam "Peringkat Global Kemajuan SDG" dan "Indeks Masa Depan Hijau". Selain itu, UEA mengklaim posisi terdepan dalam Indeks Kinerja Lingkungan secara regional dan skor mengesankan sebesar 39 secara global. Pencapaian ini menggarisbawahi komitmen UEA terhadap pembangunan berkelanjutan dan keunggulannya di panggung global dalam pengelolaan lingkungan hidup.