DUBAI, 11 Desember 2023 (WAM) - Di COP28, Kepolisian Dubai memamerkan game petualangan mereka, COP28UAE, yang telah ditonton lebih dari 920.000 kali dan tersedia dalam enam bahasa: Arab, Inggris, Prancis, Rusia, Spanyol, dan China, yang merupakan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Peluncuran game ini merupakan bagian dari upaya Kepolisian Dubai untuk mendukung Uni Emirat Arab sebagai tuan rumah COP28, sebuah acara penting bagi negara tersebut tahun ini. Hal ini menekankan tanggung jawab nasional untuk menjadi tuan rumah yang sukses, yang membutuhkan partisipasi dari pemerintah, sektor swasta, dan semua segmen masyarakat.
Brigadir Badran Al Shamsi, Direktur Departemen Umum Pelatihan di Kepolisian Dubai, menekankan bahwa permainan ini bertujuan untuk mendukung aksi lingkungan dan iklim, meningkatkan kesadaran lingkungan, mempromosikan keberlanjutan dalam kehidupan, mendorong aksi masyarakat untuk konservasi alam, mengatasi perubahan iklim, dan memastikan masa depan yang berkelanjutan.
"Ini adalah tanggung jawab global yang dipimpin oleh UEA, mendidik generasi tentang pentingnya melestarikan planet kita untuk generasi sekarang dan yang akan datang," katanya.
Brigadir Ahmad Mardas, Wakil Direktur Departemen Umum Pelatihan di Kepolisian Dubai, mencatat bahwa permainan ini berfokus pada membangun kesadaran lingkungan dan menumbuhkan generasi yang sadar akan keberlanjutan.
"Hal ini sejalan dengan strategi UEA Net Zero 2050 untuk memerangi perubahan iklim karena mempromosikan budaya dan praktik berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran generasi muda tentang dampak perubahan iklim, mempersiapkan mereka untuk memimpin dunia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," katanya.
Kolonel Dr Mansour Nasser Al Razzouqi, Direktur Pusat Teknologi Virtual di Kepolisian Dubai, menggambarkan COP28UAE sebagai sebuah permainan petualangan interaktif yang membahas isu-isu lingkungan saat ini.
"Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim dan mendorong para pemain untuk membuat keputusan yang berkelanjutan dan perubahan hidup yang positif," jelasnya.
Permainan ini tersedia di Apple Store, Google Play, dan Huawei, dalam enam bahasa resmi PBB, dengan lebih dari 920.000 kali ditonton, menarik audiens dari berbagai usia dan jenis kelamin.
Perlu dicatat bahwa Kepolisian Dubai telah meluncurkan beberapa permainan digital untuk tujuan pendidikan dan kesadaran, dengan fokus pada pesan, konsep, dan pelajaran nasional. Permainan-permainan ini bertujuan untuk membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan dan risiko dengan pemahaman yang komprehensif dan perlindungan diri. Di antara game-game tersebut adalah 'Hak dan Kewajiban Saya' dan 'Anakku adalah Temanku', yang berfokus pada hak-hak anak dan meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak.
https://wam.ae/article/aq30uav-dubai-police-cop28uae-game-fosters-environmental