UEA Sambut Rombongan ke-10 Anak-Anak Palestina yang Terluka dan Pasien Kanker

ABU DHABI, 7 Februari 2024 (WAM) - Kelompok kesepuluh anak-anak Palestina yang terluka dan pasien kanker tiba di UEA pada hari Rabu (7/2) sebagai tanggapan atas arahan Yang Mulia Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk memberikan perawatan medis bagi 1.000 anak yang terluka, dan 1.000 pasien kanker dari Jalur Gaza di rumah sakit UEA.

Berangkat dari Bandara Internasional Al Arish, pesawat tersebut mendarat di Bandara Internasional Abu Dhabi, membawa 86 warga Palestina yang sangat membutuhkan bantuan medis, ditemani oleh anggota keluarga mereka.

Kantor Berita Emirat (WAM) menemani pesawat tersebut dan berbicara dengan keluarga Palestina pada saat kedatangan mereka. Mereka memuji model unik UEA dalam memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dari rakyat Palestina.

Mereka memuji respons cepat UEA sebagai bukti kuat atas komitmennya yang mapan untuk mendukung warga Palestina selama masa-masa sulit. Mereka juga memuji upaya tak kenal lelah dari tim medis dan sukarelawan yang memberikan dukungan tak tergoyahkan kepada para pasien selama perjalanan mereka.

Rumah sakit negara menyediakan perawatan kesehatan tingkat tertinggi bagi para korban luka dan pasien kanker, yang mewujudkan arahan kepemimpinan negara yang bijaksana.

Sejak awal krisis, UEA telah menjadi pendukung setia Gaza, meluncurkan Operasi "Gallant Knight 3" pada November 2023 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Menurut statistik Operasi "Gallant Knight 3" hingga 5 Februari, rumah sakit UEA telah menerima 474 kasus anak-anak Palestina dan pasien kanker, sementara jumlah total kasus yang diterima di rumah sakit lapangan UEA di Gaza mencapai 3.575 kasus.

UEA telah memperkuat tanggapan kemanusiaannya terhadap krisis ini melalui aliran bantuan makanan, kemanusiaan, dan medis darurat yang terus menerus kepada rakyat Palestina. Negara ini mendirikan rumah sakit lapangan dengan 150 tempat tidur di Gaza.

Selain itu, UEA meluncurkan enam pabrik desalinasi di Rafah, Mesir, untuk mengatasi situasi infrastruktur air yang mengerikan di Gaza dan memastikan akses rakyat Palestina ke air minum yang aman. Pabrik-pabrik ini mendesalinasi sekitar 1,2 juta galon per hari, memompanya melalui pipa-pipa yang membentang ke Gaza.

Otoritas yang berwenang di UEA mengimplementasikan kampanye 'Tarahum - untuk Gaza' untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang terkena dampak perang di Jalur Gaza, terutama menargetkan kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan orang tua.

Sebagai kelanjutan dari inisiatif ini, Universitas Uni Emirat Arab telah menerima 33 mahasiswa dari Jalur Gaza untuk belajar dengan biaya dari UEA.

Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan dedikasi UEA yang telah berlangsung lama dalam mendukung rakyat Palestina, meringankan kesulitan mereka, dan memupuk solidaritas dan kerja sama melalui upaya-upaya kemanusiaan yang berdampak.