DUBAI, 13 Februari (WAM) -- Faustin-Archange Touadéra, Presiden Republik Afrika Tengah (CAR), mengatakan UEA adalah mitra strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik; kunci keberhasilan setiap negara.
Dalam pidato utamanya yang disampaikan pada KTT Pemerintahan Dunia (WGS) 2024, yang diadakan di Dubai hingga tanggal 14 Februari dengan tema “Membentuk Pemerintahan Masa Depan”, Touadéra menyerukan tatanan dunia yang ditandai dengan pertumbuhan, keseimbangan, kerja sama internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan.
Beliau menekankan bahwa setiap negara, terlepas dari kekuatan ekonominya, mampu mencapai kemajuan tanpa harus terkena campur tangan pihak luar atau tindakan sepihak.
Touadéra mengatakan Republik Afrika Tengah sedang membangun kembali sistem pendidikannya, berupaya menyediakan air minum dan listrik, sambil mengevaluasi kembali program pelatihan kejuruan dan teknis untuk menyuntikkan tenaga kerja berkualitas ke pasar. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menyelesaikan permasalahan pengangguran dan mengatasi pemberdayaan perempuan.
“Upaya-upaya ini sejalan dengan pendekatan kami yang berbasis dialog, inklusif, dan tata kelola yang baik, membantu mendukung jalan Afrika menuju perdamaian dan keamanan,” kata Touadéra.
Ia menyerukan kepada mitra keuangan Afrika Tengah untuk berpikir di luar kebiasaan dan mengusulkan alat inovatif yang dapat mempercepat implementasi strategi politik dan upaya pembangunan. Sejalan dengan upaya ini, terdapat fokus pada hubungan diplomatik berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan saling menguntungkan.
“Sebagai pemerintah, kita perlu terus-menerus merevisi pendekatan tata kelola kita, dan berupaya menawarkan solusi inovatif dan menyeluruh terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim, ketegangan geopolitik, serta tantangan ketahanan energi dan pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tutupnya.