ABU DHABI, 24 Februari 2024 (WAM) - Konferensi Tingkat Menteri ke-13 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Abu Dhabi merupakan kesempatan untuk menegakkan tatanan global berbasis aturan, menurut Hadja Lahbib, Menteri Urusan Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, dan Lembaga Kebudayaan Federal Belgia.
"Mengingat tantangan geopolitik dan geoekonomi yang kita hadapi, sangat penting untuk mengirimkan pesan yang kuat dan positif bahwa tatanan global berbasis aturan masih dapat berjalan," ujarnya kepada Kantor Berita Emirat (WAM) dalam sebuah wawancara email dari Brussels.
MC13 di Tangan yang Tepat bagi UEA
UEA akan menjadi tuan rumah MC13 dari tanggal 26 hingga 29 Februari 2024 di Abu Dhabi, setelah sukses menyelenggarakan COP28, Konferensi Iklim PBB di Dubai pada bulan Desember 2023.
Sekitar 164 negara dan blok perdagangan akan berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Menteri, badan pengambil keputusan tertinggi WTO, yang biasanya diadakan setiap dua tahun sekali.
Menteri Belgia mengatakan, "Kami menantikan untuk bekerja sama dengan Ketua UEA selama Konferensi dan percaya bahwa kami berada di tangan yang tepat untuk memberikan hasil yang ambisius di MC13."
Konferensi ini, tentu saja, merupakan kesempatan yang sempurna untuk lebih memperkuat hubungan Belgia dengan UEA dan kawasan ini, dan bekerja sama untuk sistem perdagangan internasional berbasis peraturan yang lebih kuat, tegasnya.
Sebagai negara ekonomi terbuka, UEA dan Belgia memiliki kepentingan yang besar untuk bekerja sama di tingkat bilateral dan multilateral, Lahbib menekankan.
Belgia Mengkoordinasikan Posisi Uni Eropa
MC13 berlangsung selama enam bulan di mana Belgia memegang jabatan Presiden bergilir Dewan Uni Eropa, kata menteri tersebut.
"Ini menyiratkan bahwa kami akan mengkoordinasikan posisi Uni Eropa di antara 27 Negara Anggota, dan dengan Komisi Eropa yang bernegosiasi atas nama Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya."
Prioritas politik utama Uni Eropa adalah untuk membentuk kembali Badan Penyelesaian Sengketa yang berfungsi dengan baik, ujarnya. Hasil apapun yang dihasilkan harus mencakup kemungkinan untuk prosedur banding, tambah Lahbib.
Prioritas penting lainnya adalah perpanjangan moratorium e-commerce serta kesepakatan ambisius mengenai subsidi perikanan, yang merupakan kelanjutan dari apa yang telah dicapai pada KTM12, jelas Lahbib.
Menyambut Anggota Baru dan Reformasi WTO
"Kami menyambut baik aksesi Komoro dan Timor Leste. Hal ini menunjukkan daya tarik dan daya tahan WTO sebagai organisasi multilateral," ujar menteri Belgia tersebut.
Memperkuat sistem multilateral, dengan WTO sebagai intinya, akan memungkinkannya berfungsi sebagai pagar pembatas terhadap tatanan ekonomi yang semakin terfragmentasi, tegasnya.
Pada KTM12, Lahbib mencatat, para anggota telah mengambil beberapa langkah awal menuju reformasi WTO. "Kami berkomitmen untuk melanjutkan proses reformasi ini di KTM13 dan menatap ke depan menuju KTM14."
Dalam konteks ini, ia menjelaskan, Uni Eropa telah mengusulkan untuk meningkatkan fungsi deliberatif WTO dengan menciptakan sebuah platform dalam kerangka kerja WTO untuk mendiskusikan tantangan-tantangan abad ke-21.
Usulan Uni Eropa tersebut berfokus pada kebijakan perdagangan dan industri, perdagangan dan lingkungan, serta perdagangan dan inklusivitas, tambah menteri tersebut.