Inisiatif Teladan UEA dan Dukungannya yang Tak Tergoyahkan Bersinar pada Hari Pendidikan Internasional

ABU DHABI, 23 Januari (WAM) -- Uni Emirat Arab terus memperkuat perannya sebagai advokat dan pendukung utama inisiatif pendidikan global, khususnya di komunitas yang menghadapi kondisi kemanusiaan yang menantang. Berakar pada misi budaya dan kemanusiaannya, UEA memandang pendidikan sebagai landasan kemajuan dan pembangunan suatu bangsa.

Inisiatif serta bantuan material dan natura yang diberikan oleh UEA kepada organisasi internasional dan beberapa pemerintah berkontribusi dalam meringankan parahnya krisis kekurangan pendidikan di berbagai wilayah di dunia. Menurut data terbaru dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), hampir 250 juta anak-anak dan remaja tidak bersekolah, dan 750 juta orang dewasa yang buta huruf tidak mendapatkan hak atas pendidikan.

Hari Pendidikan Internasional, yang diperingati secara global besok dengan tema “belajar untuk perdamaian abadi”, berfungsi sebagai kesempatan untuk menyoroti upaya yang dilakukan UEA untuk memastikan hak atas pendidikan bagi semua kategori yang menghadapi kondisi kehidupan yang menantang. Hari ini juga menekankan efektivitas kemitraan internasional yang dibentuk untuk mencapai tujuan ini.

Dukungan terhadap pendidikan secara konsisten menjadi aspek penting dari bantuan luar negeri UEA, dengan total donasi melebihi $1,55 miliar untuk proyek-proyek pendidikan global hingga September 2020. Jumlah ini termasuk donasi sebesar $284,4 juta untuk wilayah yang terkena dampak krisis.

Dalam "Konferensi Komitmen Kemitraan Global untuk Pendidikan" yang diadakan pada bulan Juli 2021, UEA mengumumkan komitmennya untuk menyumbangkan $100 juta guna mendukung rencana strategis program pendidikan di negara-negara berkembang dari tahun 2021 hingga 2025. Pada tahun 2018, UEA telah menjanjikan $100 juta pada tahun 2021. mendukung proyek ini, menjadi negara pertama di Timur Tengah yang bergabung dengan Kemitraan Global untuk Pendidikan.

"Kemitraan Global untuk Pendidikan" adalah organisasi internasional dan dana multi-stakeholder yang didirikan pada tahun 2003 dan didukung oleh Bank Dunia. Fokusnya adalah memastikan pendidikan berkualitas bagi semua anak di negara-negara berkembang secara global. UEA adalah negara pertama, baik secara regional maupun di dunia Arab, yang memberikan dukungan kepada organisasi ini. Pada bulan Februari 2018, UEA mengumumkan kontribusi keuangan sebesar $100 juta untuk meningkatkan hasil pembelajaran bagi sekitar 870 juta anak dan remaja di 89 negara berkembang.

Inisiatif "Tantangan Literasi 2030", yang diluncurkan pada tahun 2017, bertujuan untuk mendidik sekitar 30 juta anak-anak dan remaja Arab. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Mohammed bin Rashid Al Maktoum Knowledge Foundation, UNESCO, dan Program Pembangunan PBB.

UEA juga telah memberikan hibah sebesar $25 juta kepada Special Olympics International untuk mengaktifkan program Unified Champion Schools, yang memberikan manfaat kepada lebih dari 17 negara dari berbagai benua, yang berfokus pada pendidikan inklusif bagi siswa dengan semua kemampuan.

Peran penting UEA dalam mempromosikan pendidikan secara global terlihat jelas melalui pendirian sekolah dan universitas, serta melalui hibah dan pendanaan yang membantu menyediakan pendidikan bagi berbagai kelompok. Banyak organisasi kemanusiaan di negara ini telah berkontribusi dalam pembangunan ribuan sekolah di seluruh dunia dan pelatihan ratusan ribu guru.

UEA berperan sebagai model inspiratif global dalam memanfaatkan teknologi komunikasi modern untuk mengatasi kondisi darurat yang menghambat penyebaran pendidikan dan pengetahuan baik di tingkat Arab maupun internasional. Sekolah Digital, sebuah proyek dari Inisiatif Global Mohammed bin Rashid Al Maktoum, menonjol sebagai sekolah digital Arab pertama yang komprehensif dan terakreditasi, menawarkan pendidikan jarak jauh yang cerdas dan fleksibel kepada siswa di seluruh dunia.

Bantuan luar negeri UEA di bidang pendidikan memprioritaskan pengungsi, kelompok yang paling dirugikan dalam hal kekurangan pendidikan. Inisiatif dan bantuan material yang dilakukan negara ini mengatasi krisis kekurangan pendidikan bagi para pengungsi, dengan kontribusi yang signifikan selama krisis Suriah, berjumlah sekitar AED190,1 juta (US$51,8 juta) dari tahun 2012 hingga Januari 2019.

UEA tetap menjadi pendukung penting Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), dan secara aktif berpartisipasi dalam melaksanakan program pendidikan bagi pelajar Palestina.