DUBAI, 1 Februari 2024 (WAM) - Konferensi Tingkat Tinggi Pemerintah Dunia (World Government Summit/WGS), yang berupaya meningkatkan solidaritas global dan membentuk masa depan pemerintah demi kemajuan umat manusia melalui cara-cara yang optimal, telah menjadi acara yang ditunggu-tunggu di seluruh dunia.
Diluncurkan oleh UEA, KTT ini telah mendapatkan perhatian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir dari pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat, yang memainkan peran penting dalam membentuk masa depan dunia.
KTT edisi 2024 hadir di saat dunia menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, dengan peran teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin berkembang dalam mengarahkan ekonomi dan beragam operasi pemerintah dan lembaga.
KTT ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dengan memecahkan masalah global melalui kerja sama internasional. Pertemuan ini juga berfungsi sebagai platform untuk bertukar ide dan mendorong inovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
WGS2024 berfokus pada enam tema utama: akselerasi dan transformasi pemerintah, kecerdasan buatan dan batas-batas berikutnya, menata ulang pembangunan dan ekonomi masa depan, masyarakat dan pendidikan masa depan, keberlanjutan dan pergeseran global yang baru, serta urbanisasi dan prioritas kesehatan global.
KTT ini, yang merupakan edisi perdananya pada tahun 2013, bertujuan untuk mempertemukan entitas pemerintah federal, lokal, regional, dan internasional untuk mencapai pertukaran pengetahuan dan menyebarluaskan praktik-praktik administrasi pemerintah terbaik dengan menampilkan pengalaman dan keahlian yang berbeda.
Pertemuan ini menghadirkan lebih dari 150 pakar internasional yang berpartisipasi dalam 30 sesi dialog dan lokakarya yang dihadiri oleh lebih dari 3.000 orang. Hal ini menghasilkan dialog terbuka yang menetapkan harapan dan aspirasi baru untuk kinerja publik, membangun model baru untuk transparansi pemerintah.
Pada edisi kedua di tahun 2014, pertemuan ini menjadi saksi pembukaan Museum of Future Government Services, sebuah pameran interaktif yang mengeksplorasi masa depan layanan perjalanan, perawatan kesehatan, dan pendidikan.
Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 60 pembicara terkemuka dalam sesi utama dan interaktif, termasuk para pemimpin, pengambil keputusan, menteri, CEO, pemikir, pejabat pemerintah, dan para ahli, dengan lebih dari 4.700 orang yang mewakili badan-badan pemerintah dari berbagai negara.
Pada tahun 2015, WGS memasuki edisi ketiga dalam kemitraan dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia, Forum Ekonomi Dunia, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, universitas global, akademisi, peneliti, dan perwakilan pemerintah dari 93 negara. KTT ini mengumpulkan lebih dari 4.000 peserta, menampilkan lebih dari 100 pembicara dari luar negeri.
KTT 2016 menyaksikan sepuluh perubahan radikal, termasuk mengubah KTT menjadi organisasi internasional, mengubah nama KTT dari Government Summit menjadi World Government Summit, dan memperkenalkan penghargaan 'Menteri Terbaik di Dunia'.
Pada tahun 2017, WGS menyambut lebih dari 4.000 pemimpin dan pejabat dari sektor publik dan swasta, yang mewakili lebih dari 150 negara dan tujuh organisasi internasional. KTT kelima ini, yang menghadirkan lebih dari 190 pembicara dalam lebih dari 150 sesi dan kegiatan interaktif, membahas berbagai topik, termasuk kebahagiaan, perubahan iklim, generasi muda, dan pandangan ke depan, serta membahas tantangan dan peluang yang unik.
Edisi keenam pada tahun 2018 mempertemukan lebih dari 280 pemimpin dalam lebih dari 130 sesi interaktif, membahas isu-isu masa depan yang mendesak seperti tata kelola kecerdasan buatan, desain ulang pemerintah, masa depan kedokteran, pendidikan, dan sumber daya.
Edisi ketujuh pada tahun 2019 mempertemukan lebih dari 4.000 pemimpin politik global, pengambil keputusan, peneliti, pakar, dan inovator dari 140 negara. Sekitar 600 pemimpin pemikiran berpartisipasi dalam lebih dari 200 sesi.
KTT 2022, yang diselenggarakan di Expo 2020, menarik lebih dari 25.000 peserta secara virtual dan langsung. Peserta yang hadir termasuk pejabat senior pemerintah, kepala organisasi internasional, pemimpin sektor swasta, inovator, dan pakar dari lebih dari 140 negara. Acara ini merupakan platform global yang paling signifikan dan komprehensif yang didedikasikan untuk membayangkan dan memandu masa depan pemerintah di seluruh dunia.
Selama tiga hari, pertemuan ini menjadi tuan rumah bagi lebih dari 640 pemimpin dan pakar, yang terlibat dalam hampir 1.000 sesi, lokakarya, pertemuan, dan diskusi.
Edisi 2023 mengumpulkan lebih dari 10.000 peserta dari 140 negara dan sekitar 300 pembicara. WGS 2023 mengeksplorasi berbagai isu, termasuk kota masa depan, tata kelola kebijakan masa depan, peran data dalam membentuk masa depan, dan isu-isu penting yang akan membentuk dunia dalam beberapa dekade mendatang.
WGS menginspirasi generasi pemimpin baru, memetakan jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan aman dengan menampilkan praktik-praktik pemerintahan terbaik, mempromosikan inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk pelayanan manusia.