KTT Pemerintah Dunia 2024: Fokus Asia dalam Membentuk Masa Depan yang Cerah

DUBAI, 8 Februari 2024 (WAM) - Dubai bersiap menjadi tuan rumah KTT Pemerintah Dunia (WGS) 2024, sebuah platform internasional terkemuka untuk membayangkan pengembangan perangkat dan kebijakan yang akan membentuk pemerintahan di masa depan.

KTT tahun ini akan menjadi saksi partisipasi luas dari negara-negara Asia, yang sangat penting dalam diskusi internasional untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.

KTT ini akan menjadi tuan rumah bagi delegasi tingkat tinggi dari pemerintah-pemerintah Asia dan menjadi saksi kehadiran para pemimpin dan kepala organisasi serta lembaga-lembaga Asia.

Edisi-edisi sebelumnya dari WGS telah memiliki kehadiran Asia yang signifikan. Jepang terpilih sebagai tamu kehormatan pada tahun 2017 karena pengalamannya yang signifikan dalam pembangunan sosial dan pembangunan negara.

Pada tahun 2019, Wang Zhigang, Utusan Khusus Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mewakili Pemerintah Tiongkok, berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

KTT edisi sebelumnya juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UEA dan Korea Selatan, yang bertujuan untuk mendukung upaya mereka dalam mempercepat proyek transformasi digital pemerintah.

Beberapa kepala negara dan pemerintahan telah berpartisipasi dalam edisi-edisi sebelumnya dari KTT ini, mempresentasikan visi benua mereka untuk masa depan.

Partisipasi tingkat tinggi ini menggarisbawahi komitmen negara-negara Asia untuk mempromosikan kerja sama dan memperluas hubungan bilateral mereka, membantu mencapai stabilitas dan pembangunan internasional, serta mengatasi tantangan saat ini melalui solusi praktis dan inovatif.

Negara-negara Asia diharapkan dapat berkontribusi dalam diskusi yang mencakup topik-topik penting, seperti perdagangan internasional, pembangunan infrastruktur, dan inovasi di sektor pemerintahan.

Edisi WGS 2024 akan menampilkan enam tema utama dan 15 forum. WGS 2024 akan menjadi tuan rumah bagi lebih dari 23 pertemuan tingkat menteri dan meja bundar, 85 organisasi internasional, regional, dan antarpemerintah, serta lebih dari 120 sesi dan lokakarya interaktif. Selain itu, 200 tokoh terkemuka, termasuk kepala negara, menteri, pakar, pemikir, dan pengambil keputusan, akan ambil bagian dalam acara tersebut.