DUBAI, 13 Februari 2024 (WAM) -- Profesor Amon Murwira, Menteri Pendidikan Tinggi dan Tersier, Pengembangan Sains dan Teknologi Zimbabwe, menyerukan pemerintah dunia yang berpartisipasi dalam World Governments Summit (WGS) 2024 di Dubai untuk bekerja sama dan membangun internasional kerja sama untuk berpikir inovatif guna mengembangkan solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat Afrika.
Dalam keterangannya kepada Kantor Berita Emirat (WAM) saat mengikuti KTT hari kedua yang digelar di Dubai, Prof. Murwira memuji agenda KTT yang dikelola UEA karena memikirkan masa depan berkelanjutan dan berhasil. bersama-sama untuk mengimbangi negara-negara teknologi dalam revolusi industri keempat, transformasi digital, dan pergerakan menuju kecerdasan buatan.
Dia menambahkan bahwa KTT ini merupakan platform penting untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan antara pemerintah dan organisasi internasional, dan untuk membahas tantangan paling penting yang dihadapi dunia saat ini, seperti perubahan iklim, kemiskinan dan ketahanan pangan.
Beliau menekankan pentingnya partisipasi negara-negara Afrika dalam KTT tersebut untuk mendapatkan manfaat dari pengalaman negara-negara lain dan untuk menemukan solusi inovatif terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi benua tersebut.
Prof Murwira juga memuji upaya UEA sebagai tuan rumah WGS dan peran utamanya dalam mendorong kerja sama internasional dan pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa negaranya sedang mengerjakan banyak proyek dan inisiatif untuk mengimbangi teknologi modern di berbagai sektor.
Beliau menyampaikan terima kasih kepada UEA atas partisipasinya dalam forum internasional yang memberikan kesempatan bagi negara-negara Afrika, termasuk Zimbabwe, untuk bekerja demi masa depan yang berkelanjutan.
KTT Pemerintahan Dunia 2024 saat ini memasuki hari kedua dan akan berlangsung hingga 14 Februari di Dubai dengan tema ‘Membentuk Pemerintahan Masa Depan’. Acara ini telah mengumpulkan 120 delegasi pemerintah, lebih dari 85 organisasi internasional dan regional serta lembaga global, serta sejumlah pemimpin pemikiran dan pakar dari seluruh dunia, dengan lebih dari 4000 peserta yang ambil bagian.