DUBAI, 13 Februari 2024 (WAM) - Kolombia bertujuan untuk menjadikan dirinya sebagai pusat digital terkemuka di Amerika Latin, bermitra dengan Uni Emirat Arab, Mauricio Lizcano, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi negara tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Emirat (WAM) di hari kedua KTT Pemerintah Dunia (WGS) 2024 yang sedang berlangsung.
Selama partisipasinya dalam acara global tersebut, Lizcano menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan Omar bin Sultan Al Olama, Menteri Kecerdasan Buatan, Ekonomi Digital, dan Aplikasi Kerja Jarak Jauh.
Perjanjian-perjanjian ini bertujuan untuk mempromosikan kerja sama dan pertukaran keahlian antara kedua negara, untuk mendorong dan meningkatkan inovasi, daya saing, dan kesejahteraan sosial, menstimulasi proyek-proyek penelitian dan pengembangan di bidang-bidang strategis untuk Kolombia, termasuk pembuatan peta jalan untuk pusat kecerdasan buatan jarak jauh di Kolombia.
"Kami telah menandatangani beberapa perjanjian dengan UEA dan telah membangun hubungan yang kuat, dengan kunjungan presiden dan menteri, yang sudah mulai membuahkan hasil pertama dengan proyek ini," ujar sang menteri.
Kolombia meluncurkan Strategi Digital Nasional 2023-2026 beberapa hari yang lalu untuk menjawab tantangan paling signifikan di negara itu dan "menjadi ekonomi dan masyarakat digital".
"Dengan mengembangkan delapan poros utama, dimulai dengan konektivitas, kecerdasan buatan, keterampilan digital, dan keamanan siber, kami berharap dapat menjadi pusat digital Amerika Latin," kata menteri.
Dia menjelaskan bahwa ambisi transformasi digital Kolombia lebih dari sekadar kenyamanan warga. "Visi kami adalah memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjembatani kesenjangan digital, dan mendorong kesetaraan sosial yang lebih besar," tegasnya.
Menteri menjelaskan bahwa negara Amerika Selatan ini berada dalam jebakan negara berpenghasilan menengah, dengan pendapatan sekitar USD 7.500 per kapita per tahun, dan juga merupakan salah satu negara yang paling tidak merata di dunia.
Menteri memuji penyelenggaraan WGS yang rapi oleh UEA. "Mempertemukan negara-negara untuk bertukar pengalaman, menampilkan praktik-praktik terbaik, dan menganalisis tren-tren pemerintahan yang sedang berkembang merupakan upaya yang patut dihargai dan kami sangat mengapresiasi atas nama seluruh negara yang berpartisipasi," pungkas menteri.