DUBAI, 12 Februari 2024 (WAM) - Dewan Bisnis AS-UEA meluncurkan sebuah laporan di KTT Pemerintah Dunia (WGS) 2024, yang berlangsung di Dubai pada tanggal 12-14 Februari.
Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang ambisi UEA untuk menjadi pemain AI global dan berfokus pada kolaborasi bisnis AI AS-UEA. Di berbagai sektor strategis, perusahaan-perusahaan AS berinvestasi dan bermitra dalam ekosistem teknologi digital UEA yang sedang berkembang melalui penerapan AI.
Pembaca akan menemukan gambaran umum terperinci tentang strategi AI UEA serta lembaga-lembaga AI UEA terkemuka, program-program startup, dan kemitraan komersial AI AS-UEA. Laporan ini memberikan penekanan khusus pada peran perusahaan rintisan dan ekspor AI.
Mengomentari pentingnya laporan ini dipublikasikan di KTT Pemerintah Dunia 2024, Mohamed Al Sharhan, Direktur Pelaksana Organisasi WGS, mengatakan, "Ketika dunia merangkul potensi transformatif kecerdasan buatan, komitmen kami terhadap strategi nasional yang komprehensif sangat penting. Melalui kemitraan kolaboratif dan investasi yang kuat dalam penelitian, pendidikan, dan infrastruktur, kami membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan dan pembangunan sosial-ekonomi. Laporan ini, yang diluncurkan di WGS, menunjukkan dedikasi kami dalam membentuk ekosistem AI yang bertanggung jawab yang memberdayakan individu, bisnis, dan pemerintah. Bersama-sama, kami berdiri di garis depan revolusi AI, memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan desain yang berpusat pada manusia. Dengan keberanian dan pandangan jauh ke depan, kami menavigasi kompleksitas era digital ini, memastikan bahwa UEA muncul sebagai pemimpin global dalam memanfaatkan AI untuk kemajuan umat manusia."
Sementara itu, Danny Sebright, Presiden Dewan Bisnis, mengatakan, "UEA telah mengidentifikasi AI dan teknologi canggih sebagai pilar utama pembangunan ekonominya, yang menawarkan peluang bagi raksasa teknologi AS dan perusahaan rintisan inovatif yang memimpin di bidang ini untuk memanfaatkan kemitraan dalam ekosistem AI dan teknologi digital UEA guna memajukan inovasi-inovasi mutakhir."
Sebright lebih lanjut menjelaskan bahwa "Dewan Bisnis AS-UEA bermaksud untuk mempromosikan penelitian dan pengembangan AI antara perusahaan sektor swasta AS dan UEA, lembaga penelitian, dan lembaga akademis di bidang-bidang utama seperti energi, pertahanan, perawatan kesehatan, logistik, layanan keuangan, dan ketahanan pangan melalui Satuan Tugas AI yang baru dibentuk".
Dalam acara peluncuran tersebut, Talal Al Kaissi, EVP dan Chief Product & Global Partnerships Officer di Core42 hadir, serta anggota Dewan yang terhormat lainnya.
Dewan Bisnis, melalui Kelompok Kerja Domain Digital, telah membentuk Gugus Tugas AI yang akan menyediakan platform bagi para pemimpin UEA untuk terlibat dengan industri tentang visi mereka untuk AI. Gugus tugas ini juga akan mengumpulkan industri untuk mendiskusikan praktik terbaik internasional, mengadvokasi kebijakan yang mendukung regulasi AI yang bertanggung jawab, dan mengeksplorasi potensi transformatif AI di semua sektor, termasuk pendidikan, perawatan kesehatan, dan energi.
Lebih dari 4.000 peserta dari sektor publik dan swasta akan berpartisipasi dalam 110 sesi interaktif di WGS 2024, termasuk 200 pembicara dari 85 organisasi internasional termasuk PBB, Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, Organisasi Kesehatan Dunia, Badan Tenaga Atom Internasional, dan Liga Arab. Konferensi ini juga akan menyambut delapan pemenang hadiah Nobel, dan menyediakan platform untuk 23 pertemuan tingkat menteri yang akan dihadiri oleh lebih dari 300 menteri. Dalam kemitraan dengan sekelompok mitra pengetahuan terpilih, KTT ini akan meluncurkan lebih dari 25 laporan strategis, dengan fokus pada praktik dan tren terpenting di sektor-sektor vital.