DUBAI, 14 Februari 2024 (WAM) -- Pada edisi-edisi sebelumnya, KTT Pemerintah Dunia (WGS) telah berperan penting dalam menginspirasi langkah-langkah proaktif dari pemerintah dan lembaga untuk mengembangkan dan menerapkan solusi digital guna membentuk kota-kota masa depan. Dengan memanfaatkan data, pemerintah bertujuan untuk menjadi lebih tangkas dan efektif, mengarahkan masyarakat menuju masa depan yang lebih cerah, bahagia, dan sejahtera.
Pada KTT Pemerintah Dunia 2019, Yang Mulia Syeikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai dan Ketua Dewan Eksekutif Dubai, membahas tantangan yang dihadapi kota-kota masa depan dalam pidato utama bertajuk "7 Prinsip Utama untuk Kota Masa Depan".
“Masa depan negara, masa depan umat manusia, dan masa depan kehidupan terkait langsung dengan masa depan kota. Pembicaraan tentang masa depan kota selalu dikaitkan dengan Dubai karena banyak kota di dunia yang memandang Dubai sebagai kota masa depan. ," kata Yang Mulia Syeikh Hamdan.
Pada tahun 2021, Organisasi KTT Pemerintah Dunia merilis laporan berjudul "Security by Design: Safe and Secure Smart Cities in a Volatile Cyber World", sebagai bagian dari upayanya untuk mendukung pemerintah dalam membayangkan dan mengamankan kota-kota masa depan.
Laporan ini berfokus pada kebutuhan pemerintah untuk berinvestasi besar-besaran dalam mengamankan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk semua layanan digital, sekaligus meningkatkan kesadaran dunia maya di antara semua pemangku kepentingan, masyarakat, dan pejabat pemerintah.
Pada tahun 2022, laporan “Masa Depan Kota: Tiga Prinsip Transformasi Digital di Kota” menekankan pentingnya transformasi digital yang komprehensif untuk kesiapan kota di masa depan. Laporan ini menyoroti inovasi dan inisiatif kota global, termasuk aplikasi yang dibuat oleh Dubai untuk menangkap kebahagiaan warga dan pelanggan. data di dasbor kota yang terkonsolidasi.
Naim Yazbeck, General Manager di Microsoft UAE, menyoroti bagaimana kota-kota modern mengandalkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan untuk meningkatkan aspek sosial dan ekonomi.
Dalam pernyataannya kepada Kantor Berita Emirates (WAM) selama partisipasinya di WGS, Yazbeck mendesak investasi dalam kecerdasan buatan dan aplikasi modern di negara-negara Arab untuk mendorong pertumbuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Dia mencatat bahwa penggunaan teknologi canggih seperti itu akan membawa pada perkembangan masyarakat Arab.
Membangun kota pintar memerlukan pengembangan teknologi dan perlindungan terhadap tantangan yang menyertai pertumbuhan dan urbanisasi. Hal ini melibatkan peningkatan keamanan siber dan penerapan praktik-praktik baru untuk mengimbangi transformasi digital yang pesat.
Dengan meningkatkan inovasi dan teknologi dalam pembangunan kota, dengan fokus pada desain kota pintar dan keamanan siber, pemerintah dapat mengintegrasikan solusi keamanan secara efektif.