ABU DHABI, 27 Februari (WAM) -- Sejalan dengan tema Bulan Inovasi UEA tahun ini – “Inovasi Berpengaruh” – Universitas Kecerdasan Buatan Mohamed bin Zayed (MBZUAI) merayakan penelitian kecerdasan buatan (AI) yang terdepan di dunia dan pengembangan untuk aplikasi industri.
Universitas ini terus melakukan penelitian mutakhir dan membina ekosistem praktisi AI, sehingga memungkinkan Abu Dhabi menjadi pusat global inovasi AI. Baru-baru ini, Pusat Inkubasi dan Kewirausahaan MBZUAI (MIEC) merayakan 22 lulusan dalam kursus kewirausahaan putaran pertama, membekali mereka dengan keterampilan, alat, dan jaringan kewirausahaan yang diperlukan untuk mengkomersialkan solusi AI mereka di UEA.
Bertepatan dengan Bulan Inovasi UEA, berikut lima inovasi paling berpengaruh yang dihasilkan MBZUAI dan mitranya sejak diluncurkan pada tahun 2019:
1 - Jais – model bahasa besar Arab (LLM) tercanggih di dunia
Peluncuran open source Jais, LLM bahasa Arab dengan kualitas tertinggi di dunia, telah memberikan manfaat AI generatif kepada lebih dari 400 juta penutur bahasa Arab di seluruh dunia. Dengan nama yang terinspirasi dari puncak tertinggi di UEA, Jais adalah proyek yang dipimpin oleh Core42 (perusahaan G42), bekerja sama dengan MBZUAI dan Cerebras Systems. Pengaruh MBZUAI terhadap penelitian LLM melampaui Jais karena ia terus memperjuangkan LLM ramah lingkungan, bahasa-bahasa yang kurang terwakili, dan mendukung transparansi penuh untuk mendesentralisasikan pelatihan dan pengembangan LLM melalui Institution of Foundational Models (IMF) dan kerangka kerja LLM360, sebuah inisiatif bersama dengan Petuum dan Cerebras Systems .
2 - Sistem Operasi AI (AIOS) – menghijaukan AI
Meskipun AI membantu melawan perubahan iklim dengan menjadikan industri lebih efisien, AI juga memiliki jejak karbon yang cukup besar. Untuk membantu mengatasi hal ini, universitas memelopori Sistem Operasi AI (AIOS), sebuah teknologi yang dirancang untuk secara signifikan mengurangi tiga biaya besar komputasi AI – energi, waktu, dan bakat. AIOS MBZUAI mengurangi biaya energi komputasi AI dengan menjadikan model lebih kecil, lebih cepat, lebih efisien, dan tidak terlalu bergantung pada perangkat keras mahal untuk pembuatan AI. Model yang lebih kecil memerlukan lebih sedikit daya komputasi untuk melatihnya dibandingkan model yang lebih besar. AIOS juga secara langsung mempercepat operasi komputasi yang terlibat dalam pelatihan dan penyajian model AI, yang selanjutnya mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan. Fakultas dan peneliti juga sedang mengerjakan beberapa proyek penelitian terkait keberlanjutan dalam upaya membantu mengurangi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.
3 - Paten AS untuk pembuatan tulisan tangan berbasis AI
Sebuah tim dari MBZUAI mengembangkan solusi visi komputer yang dapat meniru gaya tulisan tangan individu berdasarkan sampel masukan yang relatif kecil. Universitas ini memperoleh paten AS pertamanya untuk teknologi tersebut, yang memiliki berbagai potensi penerapan, termasuk sebagai alat bagi orang-orang yang kehilangan kemampuan menulis, dan sebagai aplikasi untuk meningkatkan kemampuan mesin dalam memahami dan menyalin tulisan tangan ke dalam bahasa Inggris. teks digital. Penemuan ini adalah salah satu dari 20 penemuan yang saat ini telah didaftarkan oleh fakultas dan mahasiswa MBZUAI ke organisasi paten internasional dan menggarisbawahi komitmen universitas untuk menerjemahkan penelitian mutakhir menjadi inovasi.
4 - Menggunakan AI untuk pemantauan dan triase pasien jarak jauh
Staf pengajar dan peneliti di MBZUAI menggunakan pendekatan AI multidisiplin untuk menyediakan layanan cerdas untuk memantau pasien dari jarak jauh dan mengurangi beban yang ditanggung oleh populasi lansia di dunia terhadap jaringan kesehatan. Tim MBZUAI telah mengembangkan algoritma baru untuk pengenalan aktivitas manusia; telah mencapai kemajuan yang signifikan dan mengembangkan beberapa prototipe perangkat keras yang akan menyediakan fungsionalitas utama untuk sistem. Mereka akan terus menguji dan mengoptimalkan prototipe ini dan berupaya menjalin kolaborasi dengan klinik kesehatan untuk menjalankan penelitian guna menentukan efektivitas sistem dalam memantau kesehatan dan keselamatan lansia. Dalam beberapa tahun, diharapkan sistem ini akan dikomersialkan dan tersedia di rumah sakit, klinik, dan rumah pintar generasi berikutnya untuk lansia seperti di desa pensiunan dan komunitas di atas 50-an. Selain itu, banyak pekerjaan yang sedang dilakukan pada layanan kesehatan di sistem metaverse atau digital twin untuk orang-orang dari segala usia dan kemampuan yang harus diprioritaskan dari rumah mereka.
5 – Menghasilkan avatar 3D fotorealistik dengan ketelitian tinggi untuk telepresence virtual
Sebuah tim peneliti dari MBZUAI Metaverse Center (MMC), dan kolaborator dari ETH Zurich, Vin AI, dan Pinscreen, telah memperkenalkan teknologi baru untuk menghasilkan avatar 3D fotorealistik dengan ketelitian tinggi dari satu foto, yang dapat dianimasikan menggunakan webcam dan sensor yang berpotensi terintegrasi dari headset VR. Dikenal sebagai VOODOO 3D, para peneliti yakin teknologi telepresence ini akan menggantikan konferensi video tradisional dan di masa depan orang akan berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi dari jarak jauh dalam 3D seolah-olah mereka berada di ruang yang sama. Dibandingkan dengan metode yang ada, pendekatan AI generatif baru ini sadar akan 3D, artinya pendekatan ini dapat menghasilkan ekspresi dan kemiripan yang konsisten dari pandangan sewenang-wenang atau siapa pun secara real-time, sehingga solusi ini cocok untuk tampilan holografik dan headset VR. Metode ini didasarkan pada pendekatan baru yang disebut penguraian volumetrik yang menggunakan AI untuk menganalisis sepenuhnya bagaimana wajah, ekspresi, dan posenya akan terlihat dalam bidang pancaran saraf 3D, dengan masukan foto 2D yang berubah-ubah. Tim ini sekarang sedang mengerjakan integrasi ke dalam headset VR populer dan berencana untuk memberikan solusi open source untuk mendorong adopsi teknologi oleh komunitas akademis.